Darwin's Game Resmi Diadaptasi Jadi Film Live Action, Siap Tayang Maret 2027

Kabar yang telah lama dinantikan akhirnya menjadi kenyataan. Manga survival battle populer Darwin’s Game karya FLIPFLOPs resmi mendapatkan adaptasi film live action. Studio Toei mengumumkan bahwa film tersebut akan tayang di seluruh bioskop Jepang pada 12 Maret 2027, sekaligus merilis teaser trailer, teaser visual, serta jajaran pemeran utama yang akan menghidupkan karakter-karakter ikonik dari serial tersebut.

Pengumuman ini langsung disambut antusias oleh para penggemar manga dan anime. Setelah sukses besar melalui adaptasi anime pada 2020, kini kisah pertarungan mematikan yang penuh strategi dan kemampuan supernatural siap hadir dalam format live action dengan skala produksi yang lebih besar.

Deretan Pemeran Utama Bertabur Bintang

Film Darwin’s Game akan dibintangi sejumlah aktor dan aktris ternama Jepang. Taishi Nakagawa dipercaya memerankan karakter utama Kaname Sudo, sementara Koki akan tampil sebagai Shuka Karino. Karakter jenius Rein Kashiwagi diperankan oleh Mei Hata, sedangkan Fuju Kamio memerankan Ryuji Maesaka. Aktor senior Koji Yamamoto juga bergabung sebagai Ichiro Hiiragi.

Pemilihan para pemeran ini dinilai cukup menjanjikan karena masing-masing memiliki pengalaman dalam berbagai proyek film maupun drama populer. Banyak penggemar berharap chemistry para aktor mampu menghadirkan ketegangan seperti yang ditampilkan dalam versi manga.

Disutradarai Fumihiko Sori

Proyek ambisius ini akan dipimpin oleh sutradara Fumihiko Sori, nama yang sudah tidak asing di dunia adaptasi manga Jepang. Ia sebelumnya sukses menggarap sejumlah film terkenal seperti Fullmetal Alchemist, Tomorrow’s Joe, Ping Pong, hingga Hakkenden.

Selain duduk di kursi sutradara, Sori juga ikut menulis naskah bersama Hayato Miura. Dalam pernyataannya, ia mengaku sangat antusias mengerjakan proyek tersebut dan tidak sabar memperlihatkan hasil akhirnya kepada para penggemar di seluruh dunia.

Menurutnya, proses produksi kini telah berjalan secara penuh dan seluruh tim bekerja keras agar film mampu memenuhi ekspektasi para penggemar manga maupun anime.

Menghadirkan Sedikit Perubahan dari Manga

Meski tetap mempertahankan alur utama cerita, film live action ini menghadirkan beberapa penyesuaian. Salah satu perubahan terbesar adalah karakter Kaname Sudo yang dalam manga merupakan seorang siswa SMA, sementara di film akan digambarkan sebagai seorang mahasiswa.

Perubahan tersebut dilakukan agar cerita terasa lebih realistis ketika diadaptasi ke layar lebar tanpa menghilangkan esensi utama dari kisah Darwin’s Game.

Kisah Permainan Mematikan yang Mengubah Hidup

Darwin’s Game mengisahkan Kaname Sudo yang tanpa sengaja menerima undangan untuk mencoba sebuah aplikasi misterius bernama Darwin’s Game.

Namun, setelah aplikasi tersebut diaktifkan, hidup Kaname berubah total. Ia terseret ke dalam permainan mematikan yang berlangsung di dunia nyata, di mana setiap peserta harus bertarung demi bertahan hidup menggunakan kemampuan supernatural yang disebut Sigil.

Di balik permainan tersebut ternyata terdapat organisasi misterius yang mengendalikan seluruh sistem. Kaname pun harus mencari cara untuk bertahan hidup sekaligus mengungkap rahasia besar yang tersembunyi di balik Darwin’s Game.

Sigil Unik Jadi Daya Tarik Utama

Salah satu daya tarik terbesar Darwin’s Game adalah kemampuan unik setiap pemain.

Kaname memiliki Sigil yang memungkinkannya menciptakan kembali berbagai benda yang pernah disentuhnya dan menggunakannya sebagai senjata dalam pertarungan.

Sementara itu, Shuka Karino dikenal sebagai petarung paling mematikan dengan kemampuan Queen of Thorns, yang mampu mengendalikan rantai serta kawat baja.

Rein Kashiwagi memiliki Sigil Laplace, kemampuan analisis luar biasa yang dapat memprediksi berbagai kemungkinan pergerakan lawan hanya dalam hitungan detik.

Ryuji Maesaka menggunakan Sigil True or Lie, sedangkan Ichiro Hiiragi mengendalikan berbagai tanaman melalui Sigil Meg Mell, menjadikan setiap pertarungan memiliki strategi yang berbeda-beda.

FLIPFLOPs Beri Kebebasan Penuh untuk Adaptasi

Duo kreator FLIPFLOPs menyatakan mereka memberikan kebebasan penuh kepada Fumihiko Sori dalam mengadaptasi manga tersebut.

Mereka sejak awal tidak ingin film hanya menjadi salinan panel-panel manga, melainkan berkembang menjadi karya sinematik yang memiliki identitas tersendiri.

Menurut FLIPFLOPs, manga dan film merupakan dua media yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang berbeda pula. Setelah melihat hasil produksi, mereka mengaku sangat puas dengan arah adaptasi yang dipilih oleh tim produksi.

Manga dengan Lebih dari 10 Juta Kopi Beredar

Darwin’s Game pertama kali diterbitkan dalam majalah Bessatsu Shonen Champion milik Akita Shoten pada Desember 2012. Cerita ditulis oleh Shu Miyama, sementara ilustrasi dikerjakan oleh Yuki Takahata di bawah nama kreator FLIPFLOPs.

Serial ini resmi berakhir pada Oktober 2023 setelah mencapai 125 chapter, kemudian ditutup dengan satu chapter epilog pada bulan berikutnya.

Selama lebih dari satu dekade penerbitannya, Darwin’s Game berhasil diterbitkan dalam 30 volume tankobon dan mencatatkan lebih dari 10 juta kopi beredar hingga awal 2024.

Kesuksesan tersebut juga melahirkan adaptasi anime produksi Studio Nexus yang tayang perdana pada Januari 2020 dengan episode pembuka berdurasi satu jam. Kini, dengan hadirnya versi live action pada Maret 2027, Darwin’s Game kembali menjadi salah satu judul yang paling dinantikan oleh para penggemar manga dan anime di seluruh dunia.

TOP